Mau'idhoh

Dari 'Abdulloh bin 'Abbas rodliyallohu 'anhumaa, bahwasanya Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa 'alaa aalihi wa sallam bersabda,

"Jagalah Alloh, Alloh akan menjagamu. Jagalah Alloh, engkau akan mendapatkan-Nya di hadapanmu.

Jika engkau meminta, memintalah kepada Alloh. Dan jika engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Alloh.

Ketahuilah, jika seluruh umat bersatu untuk memberikan manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan bisa melakukannya kecuali dengan apa yang telah Alloh taqdirkan bagimu. Dan jika seluruh umat bersatu untuk memberikan mudhorot kepadamu, niscaya mereka tidak akan bisa melakukannya kecuali dengan apa yang telah Alloh taqdirkan atasmu. Pena telah diangkat dan catatan telah kerin
g."

(HR. Tirmidzi, dia berkata "Hadits hasan shohih")

09 Juni 2012

FILE 266 : Orang yang Persaksiannya Setara 2 Orang

Bismillahirrohmanirrohim
Walhamdulillah, wash-sholaatu wassalamu 'ala Rosulillah Shollallohu 'alaihi wa 'ala alihi wa sallam
Wa ba'du
…..

Orang yang Persaksiannya Setara dengan 2 Orang

.
Pada suatu hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membeli seekor kuda dari seorang arab badui. Selanjutnya Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam meminta darinya agar ia mengikuti beliau untuk menerima pembayaran kudanya. Namun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berjalan sedikit cepat, sedangkan arab badui itu berjalan lambat, sehingga sebagian shahabat mencegatnya dan menawar kuda miliknya. Mereka tidak menyadari bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membeli kudanya. 

Tiba-tiba arab badui itu berteriak memanggil Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata:"Jadikah engkau membeli kudaku ini? Bila tidak, maka aku akan menjualnya kepada orang lain."

Tatkala Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar seruan arab badui itu, beliau berhenti dan bersabda, “Bukankah aku telah membeli kuda itu darimu?”

Orang badui itu menjawab, “Tidak, sungguh demi Allah aku belum menjualnya kepadamu.”

Nabi kembali meyakinkan dan berkata, “Benar, aku telah membelinya darimu.”

Arab badui itu tetap saja tidak mengaku dan malah berkata, “Datangkanlah saksi.”

Maka spontan shahabat Khuzaimah bin Tsabit radliyallaahu 'anhu bangkit dan berkata,“Aku bersaksi bahwa engkau telah menjual kudamu kepadanya (Nabi)."

Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menanyakan kepada shahabat Khuzaimah kenapa berani bersaksi padahal beliau tidak melihatnya. Shahabat Khuzaimah hanya berkata, ”Tidak mungkin engkau berdusta”, sehingga dia mau bersaksi.

Sejak saat itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperlakukan keadaan istimewa kepada shahabat Khuzaimah ini, yaitu persaksiannya dianggap setara dengan 2 orang. Maka, jika ada perkara yang membutuhkan saksi sebanyak dua orang, cukuplah hanya dengan memanggil Khuzaimah. (HR Abu Dawud).


Fikih Hadits:

Dr Arifin Bin Badri[i] dalam ceramahnya mengenai fikih Muamalah perdagangan dan notaris tanggal 16 Januari 2011 mengatakan, bahwa dalam hadits ini terdapat kandungan:
  1. Bahwa dianjurkan untuk mempunyai saksi dalam transaksi perdagangan agar terhindar dari kedzhaliman pihak lain. Dalam contoh ini, meskipun yang bertransaksi adalah seorang Nabi, tetap saja ada orang yang mencoba curang padanya.
  2. Keutamaan shahabat Khuzaimah bin Tsabit yang meskipun tidak melihat Nabi namun beliau mempercayainya. Hanya tingkat keimanan yang tinggilah yang menyebabkan shahabat ini mau bersaksi atas Nabi meski tidak melihat Nabi melakukannya. Ini adalah salah satu bentuk perwujudan membenarkan apa yang dibawa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka sebagai umatnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, wajib bagi kita membenarkan apa-apa yang datang dari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam jika memang telah terbukti shahih, meski logika atau kebanyakan orang mengingkarinya.

Sumber:  Seminar Perniagaan dan Notaris dalam Perspektif Islam, oleh Dr Arifin bin Badri MA, Lc.




[i] Beliau adalah Doktor Fikih dan Syari’ah alumnus Universitas Islam Madinah dengan judisium summa cum laude. Sekarang menjabat sebagai dosen tetap STDI Imam Syafii Jember dan Pembina Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia.

*****
Sumber: Milis Pengusaha Muslim

Subhanakallohumma wa bihamdihi,
Asyhadu an laa ilaaha illa anta, wa astaghfiruka wa atuubu ilaika
Wa akhiru da'wana, walhamdulillahirobbil 'alamin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagi antum yang ingin memberikan komentar, harap tidak menyertakan gambar/foto makhluk hidup. Bila tetap menyertakan, posting komentar tidak akan saya tampilkan. Syukron !