Mau'idhoh

Dari 'Abdulloh bin 'Abbas rodliyallohu 'anhumaa, bahwasanya Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa 'alaa aalihi wa sallam bersabda,

"Jagalah Alloh, Alloh akan menjagamu. Jagalah Alloh, engkau akan mendapatkan-Nya di hadapanmu.

Jika engkau meminta, memintalah kepada Alloh. Dan jika engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Alloh.

Ketahuilah, jika seluruh umat bersatu untuk memberikan manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan bisa melakukannya kecuali dengan apa yang telah Alloh taqdirkan bagimu. Dan jika seluruh umat bersatu untuk memberikan mudhorot kepadamu, niscaya mereka tidak akan bisa melakukannya kecuali dengan apa yang telah Alloh taqdirkan atasmu. Pena telah diangkat dan catatan telah kerin
g."

(HR. Tirmidzi, dia berkata "Hadits hasan shohih")

19 November 2011

FILE 245 : Lafadz "AMIN" dalam Sholat

Bismillahirrohmanirrohim
Walhamdulillah, wash-sholaatu wassalamu 'ala Rosulillah Shollallohu 'alaihi wa 'ala alihi wa sallam
Wa ba'du
…..

Lafal "Amin" yang Benar


Pertanyaan:
Bismillah. Assalamu ‘alaikum, Ustadz.

Saya mau tanya perihal lafal “Amin” saat shalat berjamaah setelah imam membaca surah Al-Fatihah. Bagaimana dengan panjang-pendeknya bacaan “Amin” tersebut, karena saya mengetahui dalam kaidah bahasa Arab, lafal “Amin” itu ada 4 perbedaan. Salah satu di antaranya “Aamiin” (alif dan mim sama-sama panjang), yang artinya, “Ya Tuhan, kabulkanlah doa kami.” Apakah lafal ini yang dipakai, atau bagaimana yang diperbolehkan? Jazakallahu khairan.

Rasyid Ibnu Ali (**_math07@yahoo.***)

 

Jawaban:
Wa ‘alaikumussalaam warahmatullah.

Ada beberapa kata yang mirip untuk kata “Aamiin“.

1. أَمِيْنٌ (a: pendek, min: panjang), artinya ‘orang yang amanah atau terpercaya’.

2. أٰمِنْ (a: panjang, min: pendek), artinya ‘berimanlah’ atau ‘berilah jaminan keamanan’.

Ketika shalat, kita tidak boleh membaca “Amin” dengan dua cara baca di atas.

3. آمِّيْنَ (a: panjang 5 harakat, mim: bertasydid, dan min: panjang), artinya ‘orang yang bermaksud menuju suatu tempat’.

Ada sebagian ulama yang memperbolehkan membaca “Amin” dalam shalat dengan bentuk bacaan semacam ini. Demikian keterangan Al-Wahidi. Imam An-Nawawi mengatakan, “Ini adalah pendapat yang sangat aneh. Kebanyakan ahli bahasa menganggapnya sebagai kesalahan pengucapan orang awam. Beberapa ulama mazhab kami (Mazhab Syafi’i) mengatakan, ‘Siapa saja yang membaca ‘Amin’ dengan model ini dalam shalatnya maka shalatnya batal.’” (At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an, hlm. 134)

4. أٰمِيْنَ (a: panjang 2 harakat karena mengikuti mad badal, min: panjang 4–6 harakat karena mengikuti mad ‘aridh lis sukun, dan nun dibaca mati), artinya ‘kabulkanlah’. Inilah bacaan “Amin” yang benar.

Allahu a’lam.

Dijawab oleh: Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)

Sumber: konsultasisyariah.com

*******

Jawaban Ust. Dzulqarnain hafidhahullah:
Re: [nashihah] Tentang kata Amiin

Yang penting bagi seorang muslim adalah mengucapkan kalimat amin dengan benar. Memang betul bahwa amin dalam bahasa Arab bermakna allahumma istajib (Ya Allah kabulkanlah).
Namun perlu saya luruskan bahwa penyebutan amin dalam bahasa Arab, dibaca aamiin (أٰمِيْنَ) dengan memanjangkan alif dan mimnya. Juga bisa dibaca amiin (أَمِيْنٌ) alif nya dipendekkan dan Mim nya dipanjangkan.
Untuk bacaan shalat, telah Syah dari Nabi Shallahu alaihi wa sallam syariat untuk memanjangkan pengaminan. Tentu panjang madnya sesuai dengan kaidah bahasa Arab yaitu alifnya dipanjangkan 2 harakat, juga boleh 4 harakat, Mimnya boleh dipanjangkan Hingga 6 harakat. 
Wallahualam.

Dzulqarnain M. Sunusi


Pada 4 Mei 2011, at 10:25, HABIBAH <habibah1984@...> menulis:
 
Ustadz, mohon bantuan apakah uraian tentang kata amin berikut adalah benar, jazakumulloh khoir sebelumnya
Kesalahan penulisan Aamiin Yang sering Terjadi ==============================================
... Bismillahirrohmanirrohiim. . .  Assalamu 'alaikum warahmatullah wabarakatuh. . .  Mungkin artikel ini tidaklah seberapa penting buat sebagian orang, tapi buat saya pribadi teramat sangatlah penting sekali (lengkap amat kalimatnya ).  Banyak saya temui diantara teman-teman FB ini yang menurut saya salah dalam penulisan Aamiin.  Ada yang menulis "amin", "amiin", "aamin" bahkan tidak jarang juga ada yg menulis "Amien".  Seperti kita ketahui Lafaz Aamiin diucapkan didalam dan diluar salat, diluar salat, aamiin diucapkan oleh orang yang mendengar doa orang lain.  Aamiin termasuk isim fiil Amr, yaitu isim yang mengandung pekerjaan. Maka para ulama jumhur mengartikannya dengan Allahummas istajib (ya Allah ijabahlah).  Makna inilah yang paling kuat dibanding makna-makna lainnya seperti bahwa aamiin adalah salah satu nama dari asma Allah Subhanahu wa ta'alaa.  Membaca aamiin adalah dengan memanjangkan a (alif) dan memanjangkan min, apabila tidak demikian akan menimbulkan arti lain.  Dalam Bahasa Arab, ada empat perbedaan kata "AMIN" yaitu :  1. "AMIN" (aliF dan mim sama-sama pendek), artinya AMAN, TENTRAM  2. "AAMIN" (alif panjang & mim pendek), artinya MEMINTA PERLINDUNGAN KEAMANAN  3."AMIIN" (alif pendek & mim panjang), artinya JUJUR TERPERCAYA  4."AAMIIN" (alif & mim sama-sama panjang), artinya YA TUHAN, KABULKANLAN DOA KAMI  Terus Bagaimana dengan pengucapan/ Penulisan "Amien" ???  Sebisa mungkin untuk yang satu ini (Amien) dihindari, karena ucapan "Amien" yang lazim dilafadzkan oleh penyembah berhala (Paganisme) setelah do'a ini sesungguhnya berasal dari nama seorang Dewa Matahari Mesir Kuno: Amin-Ra (atau orang Barat menyebutnya Amun-Ra)  Marilah kita biasakanya aya menggunakan kaidah bahasa yang benar dan jangan pernah menyepelekan hal yang sebenarnya besar dianggap kecil.  Semoga bermanfaat.  Wassalamu'alaikum warahmatullah wabarakatuh..

Sumber: milis nashihah

******


Komentar saya:
Pendapat dan jawaban yang menentramkan hati adalah pelafalan amin dengan alif dan mim sama-sama panjang (أٰمِيْنَ). Jadi baik alif maupun mim nya tidak ada yang dibaca pendek.

Tulisan ini memang amat sangat ringan. Namun saya berharap tidak ada yang menanggapinya dengan kata-kata:"Ah, yang penting niatnya..."

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًۭا يَرَهُۥ وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍۢ شَرًّۭا يَرَهُۥ

"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula." (QS. Al Zalzalah [99]: 7 - 8)

Semoga bermanfaat.


Subhanakallohumma wa bihamdihi,
Asyhadu an laa ilaaha illa anta, wa astaghfiruka wa atuubu ilaika
Wa akhiru da'wana, walhamdulillahirobbil 'alamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagi antum yang ingin memberikan komentar, harap tidak menyertakan gambar/foto makhluk hidup. Bila tetap menyertakan, posting komentar tidak akan saya tampilkan. Syukron !