Mau'idhoh

Dari 'Abdulloh bin 'Abbas rodliyallohu 'anhumaa, bahwasanya Rosululloh Shollallohu 'alaihi wa 'alaa aalihi wa sallam bersabda,

"Jagalah Alloh, Alloh akan menjagamu. Jagalah Alloh, engkau akan mendapatkan-Nya di hadapanmu.

Jika engkau meminta, memintalah kepada Alloh. Dan jika engkau memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Alloh.

Ketahuilah, jika seluruh umat bersatu untuk memberikan manfaat kepadamu, niscaya mereka tidak akan bisa melakukannya kecuali dengan apa yang telah Alloh taqdirkan bagimu. Dan jika seluruh umat bersatu untuk memberikan mudhorot kepadamu, niscaya mereka tidak akan bisa melakukannya kecuali dengan apa yang telah Alloh taqdirkan atasmu. Pena telah diangkat dan catatan telah kerin
g."

(HR. Tirmidzi, dia berkata "Hadits hasan shohih")

08 Agustus 2021

FILE 415 : Cara Melawan Sihir dan Semisalnya

Bismillaahirrohmaanirrohiim             
Walhamdulillaah,      
Wash-sholaatu wassalamu 'ala Rosulillaah Muhammad Shollalloohu 'alaihi  wa 'alaa aalihi  wa shahbihi  wa sallam            
Wa ba'du
...

Bagaimana Cara Menangkal Perdukunan?

Disusun oleh:
Ust. Dr. Ali Musri Semjan Putra, MA hafidhahullaah
 
 

.......

Tidak diragukan lagi bahwa cara paling ampuh untuk menangkal perdukunan adalah dengan banyak berdzikir kepada Allâh Azza wa Jalla. Terutama do’a dan dzikir yang diajarkan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk kita baca pada pagi dan sore hari. Demikian pula dzikir dan do’a yang berhubungan dengan berbagai aktifitas sehari-hari. 

Berikut ini beberapa dalil yang menerangkan keutamaan beberapa dzikir yang dapat menangkal perdukunan atau gangguan setan. 

1. Membaca ayat Kursy pada pagi dan sore, setiap selesai sholat fardhu, dan saat akan tidur

Hal ini dijelaskan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beberapa hadits. Di antaranya hadits yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhâri dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu tentang kisah ketika Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu ditugaskan oleh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menjaga zakat fitrah. Di akhir kisah tersebut setan membongkar rahasia yang dapat menyelamatkan seorang Muslim dari gangguannya, yaitu membaca ayat Kursy saat akan tidur. 

Lalu Abu Hurairah Radhiyallahu anhu memberitahu Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang hal tersebut.

 فَقَالَ : إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنْ اللَّهِ حَافِظٌ وَلَا يَقْرَبَكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ وَكَانُوا أَحْرَصَ شَيْءٍ عَلَى الْخَيْرِ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَا إِنَّهُ قَدْ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ذَاكَ شَيْطَانٌ – رواه البخاري 

Setan berkata: “Bila kamu mau berbaring di tempat tidurmu, maka bacalah ayat Kursy, niscaya engkau senantiasa akan dijaga oleh Allâh dan engkau tidak akan didekati oleh setan sampai pagi hari!” Dan para sahabat adalah orang-orang yang sangat menginginkan kebaikan. Maka jawab Rasûlullûh Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Ia telah jujur padamu (tentang hal tersebut), dan ia (pada hakikatnya) adalah pembohong yang ulung, ia itu setan”.[19] 

2. Membaca بسم الله ketika membuka pakaian dan ketika mau masuk WC

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan, apabila kita membuka pakaian saat akan mandi atau untuk berganti pakaian atau dan sebagainya, hendaklah kita membaca: بسم الله

Barangsiapa yang membaca  بسم الله  saat membuka pakaiannya, sesungguhnya setan tidak akan bisa melihat auratnya. 

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 سِتْرُمَا بَيْنَ أَعْيُنِ الجِنِّ وَعَوْرَاتِ بَنِي آدَمَ – إِذَا دَخَلَ أَحدُهُمُ الْخَلاَءَ – أَنْ يَقُوْلَ : بِسْمِ اللهِ 

رواه الترمذي وصححه الألباني 

Penghalang antara pandangan jin dengan aurat bani Adam adalah apabila salah seorang kalian akan masuk WC, ia membaca  بسم الله 
[20]

3. Membaca do’a ketika masuk WC

Anas bin Mâlik Radhiyallahu 'anhu berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila akan memasuki WC beliau membaca:

 اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبْثِ وَالْخَبَائِثِ 

Ya Allâh, lindungilah aku dari gangguan jin laki-laki dan jin wanita. [21] 

Tidakkah selayaknya kita mencontoh Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam, meskipun beliau hamba yang ma’shûm dan terjaga dari sisi Allâh, akan tetapi beliau tetap memohon lindungan Allâh dari gangguan setan/Jin. 

4. Membaca do’a saat akan berhubungan suami isteri

Begitu sempurnanya agama Islam sampai adab berhubungan suami-isteri mendapat perhatian dan tuntunan pula. Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada umatnya ketika mereka akan menggauli isteri hendaklah membaca :

 بِاسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ جَنِّبْنَا الشَّيْطَانَ وَجَنِّبِ الشَّيْطَانَ مَا رَزَقْتَنَا . فَإِنَّهُ إِنْ يُقَدَّرْ بَيْنَهُمَا وَلَدٌ فِى ذَلِكَ لَمْ يَضُرَّهُ شَيْطَانٌ أَبَدًا. متفق عليه 

“Dengan nama Allâh, ya Allâh jauhkanlah setan dari kami dan dari rizki yang engkau berikan kepada kami,” Jika ditakdirkan antara keduanya mendapat anak saat itu, niscaya ia tidak akan diganggu setan selamanya.[22] 

Ilustrasi perdukunan. Sumber: pict.sindonews.net
 

5. Menghiasi rumah dengan sering membaca surat al-Baqarah di dalamnya

Banyak rumah kita bangunannya mentereng tetapi tidak merasa nyaman dan tenteram di dalamnya. Bahkan terkadang terdapat hal-hal yang menakutkan bagi penghuninya. Mengapa begitu? Karena kebanyakan rumah kita dihiasi dengan hiasan yang merangsang untuk kedatangan makhluk halus, seperti foto dan patung. Dan yang lebih fatal lagi, para penghuni jarang melakukan shalat-shalat sunnah dan membaca al-Qur`ân di dalamnya. 

Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ «لاَ تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِى تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ». رواه مسلم 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jangan kalian jadikan rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat al-Baqarah“.[23] 

6. Membaca do’a ketika masuk rumah

Disebutkan dalam sebuah hadits, bahwa Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّه رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِىَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ فَذَكَرَ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ لاَ مَبِيتَ لَكُمْ وَلاَ عَشَاءَ. وَإِذَا دَخَلَ فَلَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ دُخُولِهِ قَالَ الشَّيْطَانُ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ. وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللَّهَ عِنْدَ طَعَامِهِ قَالَ أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ– رواه مسلم 

Dari Jabir bin Abdillâh, ia mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila seseorang memasuki rumahnya menyebut nama Allâh ketika saat masuknya dan ketika saat akan menyantap hidangannya, maka Setan berkata: ‘Tidak ada jatah tempat tinggal untuk kalian dan tidak pula jatah makan‘. Apabila ia masuk tanpa menyebut nama Allâh saat ketika masuk, Setan berkata: ‘Kalian mendapat jatah tempat tinggal‘. Dan apabila ia tidak menyebut nama Allâh lagi ketika saat menyantap hidangannya, Setan berkata: ‘Kalian mendapat jatah tempat tinggal dan jatah makan‘.“[24] 

7. Membaca do’a ketika singgah di sebuah tempat atau memasuki daerah baru

Diriwayatkan dari Khaulah binti Hakim, ia berkata: Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang singgah di sebuah tempat, kemudian ia membaca:

 أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ. لَمْ يَضُرُّهُ شَىْءٌ حَتَّى يَرْتَحِلَ مِنْ مَنْزِلِهِ ذَلِكَ . رواه مسلم 

Aku memohon lindungan Allâh dari kejahatan makhluk yang telah diciptakan-Nya, maka tidak satupun yang akan membahayakannya sampai ia meninggalkan tempat tersebut”.[25] 

Dan masih banyak lagi do’a dan dzikir-dzikir yang dapat menghindarkan kita dari gangguan setan/Jin. Para ulama, banyak yang sudah mengumpulkan do’a dan dzikir-dzikir tersebut ke dalam satu kitab kumpulan do’a dan dzikir, dan mudah dicari di toko-toko buku. Tetapi perlu berhati-hati dalam memilih buku-buku do’a yang beredar di pasaran, sebab tidak sedikit pula buku-buku do’a yang dijual penuh dengan hadits-hadits palsu dan dhaif (lemah). 

Di antara buku do’a yang ringkas, disusun dengan sistematis serta sesuai dengan Sunnah, dan harganya pun sangat terjangkau, yaitu buku do’a Hisnul-Muslim, disusun oleh Syaikh Sa’id bin Ali al-Qahthany. Buku ini sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan dicetak oleh banyak percetakan. Penulis sangat mengajurkan para pembaca untuk memiliki dan menghafalnya.

 والحمد لله رب العالمين 

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 05/Tahun XVII/1434H/2013M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo – Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079] 

_______ 

Footnote:

...

[19] Lihat Shahîh al-Bukhâri, 3/1194 (3101). 

[20] Lihat Sunan Tirmidzi, 2/503 (606). 

[21] HR al-Bukhâri, 1/66 (142); Muslim, 1/195 (857). 

[22] HR al-Bukhâri, 5/2347 (6025); Muslim, 4/155 (3606). 

[23] HR Muslim, 2/188 (1860). 

[24] HR Muslim, 6/108 (5381). 

[25] HR Muslim, 8/76 (7053).

******

Sumber: almanhaj.or.id 
 
File terkait:  


Subhanakallohumma wa bihamdihi,    

Asyhadu an laa ilaaha illa anta, wa astaghfiruka wa atuubu ilaika     
Wa akhiru da'wana, walhamdulillahirobbil 'alamii
n

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bagi antum yang ingin memberikan komentar, harap tidak menyertakan gambar/foto makhluk hidup. Bila tetap menyertakan, posting komentar tidak akan saya tampilkan. Syukron !